Rabu, 09 September 2009

Betapa Ingin Aku Melupakan Gaza Malam Ini

SAAT semua orang tak henti-hentinya membicarakan Gaza, Palestina, Israel, Zionis,Perang, peluru, Rudal, Jihad... Aku justru makin kepikiran dengan saudara-saudara kita yang ada di Porong-Sidoarjo. Betapa mereka masih bermain dengan lumpur Lapindo tanpa kejelasan kapan semuanya selesai. Betapa mereka masih resah akan rumah mereka, masa depan anak-anak mereka.
Ketika semua orang berteriak Allahuakbar: Berjihad, meminta sumbangan untuk perjuang, mencacci Israel, mengumpat Amerika, aku justru menjauh.
Aku hanya ingin mengenang saudara-saudaraku di bawah jembatan: Dengan apa malam dingin dan hujan, ia taklukkan mala mini? Aku masih saja tak bisa tak gelisah. Tentang pengemis di perempatan, lelaki tua, nenek renta peminta-minta. Tentang petani miskin. Betapa ribut hati mereka dengan keresahan. Betapa pergulatan itu tak pernah selsai.


Semua tertuju Gaza: mata, hati, hidung. Muslim yang tak pernah solat pun, ikut merasa simpatik, bersedih, mengumpat, memaki dan mencampur aduknya dengan doa.
Aku hanya ingin melupakan Gaza, Israel, Palestina, Hammas, Islam, Yahudi, Perang dan peluru, Sandra... dan… dan…
Aku hanya ingin sedikit mengenang: Pengemis, Pengamen, Gelandangan, Indonesia, Negeri Salah Asuh, Lapar, Gila, BBM, Pemilu, SPP, Demo, Banjir, Lapar, Lapindo, Indonesia, Jawa, Sumatra, Bali, Lombok, NTT, Papua, Presiden, Politik.... Sekali lagi, Kelaparan, Lapindo, Miskin.... Saudaraku, Saudara Kita.
Akh... malam ini aku ingin melupakan Gaza. Aku ingin melupakan Israel. Aku ingin ingat saudaraku. Betapa dekat mereka dengan kita, betapa “sedarahnya” kita dengan mereka. Betapa lekat teriakan mereka. Setanah, se-air, se-bendera, satu-sejarah.
+: Mana solidaritas internasionalmu?
-: Maafkan aku, aku belum bisa!
+: Tolol… Tuhan mengutukmu!
-: …
+: !!!
-: Maafkan aku. Aku hanya ingin menyerahkannya pada Liga Arab Yang egois dan tolol itu!
Mereka masih belum bisa mengingatkanku pada Gaza... Gaza di benakku terlalu jauh, di langkahku terlalu berjarak. Aku, ingin melupakan mereka malam ini.
Apa kita terlalu lupa? Terlalu cepat lupa? Atau, kita terlalu sering nonton tv. Betapa Gaza diekspose setiap detik. Betapa perbincangan tentangnya begitu antusias... Tv, tv... Aku gelisah juga dengan Gaza, tapi lebih gelisah lagi dengan saudara se-tanah, se-air. Uhg... Betapa ingin aku melupakan Gaza, dan mengekalkan derita Indonesia dalam benakku...
Irwan Bajang
Jogja, 14 Januari 2008.
http://www.sketsasenja.multiply.com/
Penulis, Editor dan Mantan Sekjend BEM FISIP UPNYK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar