Rabu, 09 September 2009

6 P Yang Penting Dalam Presentasi

P yang pertama Passion, passion (hasrat) merupakan hal penting dalam presentasi. Jika anda tidak memiliki antusiasme akan materi presentasi yang anda bawakan akan membuat presentasi anda menjadi tidak bernyawa dan membosankan. Tanpa adanya kecintaan dan hasrat dari hati anda untuk membawakan materi presentasi dengan baik maka kredibilitas anda sebagai presentator otomatis akan lenyap seketika.

P yang kedua Preparation, persiapan disini dalam artian menyeluruh mulai dari persiapan materi, mempelajari karakteristik audiens serta menyiapkan secara detil pendukung presentasi.


Betapa Ingin Aku Melupakan Gaza Malam Ini

SAAT semua orang tak henti-hentinya membicarakan Gaza, Palestina, Israel, Zionis,Perang, peluru, Rudal, Jihad... Aku justru makin kepikiran dengan saudara-saudara kita yang ada di Porong-Sidoarjo. Betapa mereka masih bermain dengan lumpur Lapindo tanpa kejelasan kapan semuanya selesai. Betapa mereka masih resah akan rumah mereka, masa depan anak-anak mereka.
Ketika semua orang berteriak Allahuakbar: Berjihad, meminta sumbangan untuk perjuang, mencacci Israel, mengumpat Amerika, aku justru menjauh.
Aku hanya ingin mengenang saudara-saudaraku di bawah jembatan: Dengan apa malam dingin dan hujan, ia taklukkan mala mini? Aku masih saja tak bisa tak gelisah. Tentang pengemis di perempatan, lelaki tua, nenek renta peminta-minta. Tentang petani miskin. Betapa ribut hati mereka dengan keresahan. Betapa pergulatan itu tak pernah selsai.

MAHALNYA PEMILU KITA, BUKAN JAMINAN PERUBAHAN

Momentum PEMILU 2009 tinggal hitungan hari. Jalanan begitu riuh oleh orang-orang 'narsis' yang menganggap dirinya hebat. Baliho, Poster, Spanduk semrawut merusak pemandangan yang semuanya berubah menjadi sampah visual. Iklan televisi yang semuanya klaim kosong, menyerang calon pemilih untuk menetapkan niat agar memilihnya. Tontonan Srimulat Politik di pertunjukkan para pemain lama dengan saling serang, saling merusak karakter lawan. Intrik sana-intrik sini, sambit sana-sambit sini yang penting bisa mempengaruhi opini publik bahwa merekalah yang paling konsisten berjuang untuk rakyat.
Tontonan tidak cerdas+tidak mendidik ramai sekali di gelar seakan rakyat segera kenyang dengan wacana politik yang saling di lempar. Padahal sesungguhnya mereka belum melakukan apa-apa selain bagi-bagi kueh kekuasaan saat berada di sistem. Event 5 tahunan yang kita sebut PEMILU tak ubahnya hanya ajang perlombaan balapan untuk mencari pemenang siapa yang paling hebat mendulang suara. Praktis, semua pemain hanya mencari jalan termudah bagaimana supaya bisa memotong di tikungan dengan berbagai jalan. Mulai dari belanja iklan besar-besaran, seakan-akan semua akan tuntas den gan jalan termudah

Kunci Memasak

Siapa yang tidak suka memanjakan lidah dengan hidangan kuliner beraneka ragam?

Saya yakin diantara kita pasti suka semua. Bahkan tidak jarang, sebagian dari kita kerap berburu hingga ke setiap tempat dimana masakan sedap menetap. Atau berlangganan majalah masakan sembari belajar merangkai bumbu mencampur campur di dapur, mengiris tipis-tipis sekian bumbu serta mengulek untuk meracik rasa baru dalam bentuk masakan.
Bila kita cermati, memasak itu sebenarnya ada "benang merahnya". Secara sederhana, rasa makanan terbagi menjadi 5, yaitu :manis, pedas, asin, kecut dan gurih.

APAKAH KITA BISA MEMBACA?


Terkadang membaca membutuhkan taktik. Tips dibawah Tjorong beber untuk kawan2 semua.....
Terdapat 3 cara umum membaca di dalam kehidupan sehari-hari dilihat dari apa tujuan proses membaca tersebut.
1. Membaca sebagai hiburan tanpa perlu memeras otak terlalu keras. Bacaan yang mengandung unsur hiburan disini contohnya novel, cerpen, komik, majalah ringan dll.
2. Membaca untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang tujuannya adalah mencari dan memahami ilmu yang terkandung dalam bacaan tersebut.
3. Membaca kritis. Membaca disini sama dengan membaca untuk mencari ilmu. Namun membaca disini diikuti oleh proses menelaah isi bacaan tersebut, misalnya dengan pertanyaan-pertanyaan apa itu?, mengapa bisa terjadi?, oleh siapa?, kapan?, dimana? dan bagaimana itu bisa terjadi? Dalam membaca kritis, kita membuat bacaan sebagai lawan yang harus dikalahkan dengan cara mengetahui dan memahami seluruh isinya.
Belajar dengan menggunakan metode membaca kritis akan menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. Kita tidak hanya diminta untuk memahami isi bacaan tapi juga diajak berpikir kreatif mengenai isi tersebut. Tertarik dengan membaca kritis? Simak deh aturan main dalam membaca kritis di bawah ini :

Jiwa Pemberontak


Prahara memangku tawa
Pijakkan bumi menggantung harap
Dari rasa yang tercabik masa
Atau riak cipta terkubur kembali

Hei! Jelma satria
Perangkan jutaan harap yang tersimpuh dipundakmu
Dari mereka yang hampir mati nuraninya,
Tergerus asanya, terhempas jiwanya
Oleh jiwa tikus yang menelan janji
Namun tak memuntahkannya kembali
Yang kemudian, menaringkan elegy batin dari tiap mereka yang tak berdaya, lalu akibatnya?

Penjilat hipokrisi yang meminta kita menipu di satu dua kepala
Merendus bau kotoran dari padanya, menelan air kencing dari tiap nistanya


ANTI KEMAPANAN VERSUS KEMAPANAN


Apa yang kawan-kawan ketahui mengenai anti kemapanan? anak-anak punk di jalanan, penganut musik underground, atau orang-orang yang enggan berada pada situasi serba kecukupan?


banyak diantara kita yang selalu memahami secara salah kaprah dari sebuah definisi. Bahkan obrolan orang sekolahan sekalipun. Salah satunya yang kali ini akan dikupas bersama oleh Tjorong Post.
Mungkin sebagian dari kita mengartikan mapan dan anti kemapanan adalah sebatas pada wilayah dimana penguasaan materiil saja.Dalam kamus besar bahasa Indonesia pemaknaan kata mapan sendiri berarti pada mantap, (baik, tidak goyah, stabil)kedudukannya (kehidupannya).
Sejarah selalu mencatat banyak hal dimuka bumi mengenai kejayaan dari suatu bangsa dan sejurus beberapa lama kemudian disusul kehancurannya terganti kejayaan baru. Sejarahpun juga mengabarkan kepada kita bahwa di dunia ini tidak pernah ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri.

Sabtu, 07 Maret 2009

Tjorong hadir untuk semua....

Hanya tempat sekedar melepas kelakar sembari bertukar nalar.
Tjorong post lahir, ada dan beranjak tumbuh hanya untuk kawan-kawan civitas akademika kampus UPN atau Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta t empat dimana Tjorong berdinamika. Berkabar, berbagi informasi juga memacu semua pihak untuk merakit tulisan. Yaah, tulisanlah yang akan menjadikan kita abadi. Tjorong pertama kali terbit 30 September 2007. Kala itu berada dibawah garis koordinatif Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP). Dengan Penanggung Jawab Renggo Putro Widyarto sebagai Ketuanya. Seiring perganitian kepemimpinan, rupa-rupanya Organisasi Intra ini tak mampu melanjutkan tradisi berbagi kabar yang berujung kemandegan beberapa edisi. Melihat hal tersebut, kemudian secara pribadi sang bidan yang sempat turut membantu proses kelahiran merasa prihatin lalu di ambil alih dengan penerbitan independen dibawah badan yang ia dirikan. Dengan nama Renggo Darsono Syndicate kemudian badan itu lahir. Rutin menyaji media disetiap minggunya walau berkurang secara kuantitas halaman. Hanya empat lembar saja. Tetapi sarat atas informasi nan padat.
Rubric tjorong kemudian terdiri dari kolamkolom yang isinya adalah tulisan lepas, kemudian tips tjorong dan yang utama adalah essay singkat mengenai situasi terhangat.
Tjorong post didistribusikan di beberapa tempat yakni kantin kampus fisip serta perpustakaan serta di tempel di media madding.
Tjorong post membuka ruang untuk menyalurkan tulisan bagi yang berminat dengan mengirim via emai di tjorongpost@gmail.com atau di alamatkan di sekretariat Tjorong Post di Bordess warung kopi kompleks no 13 taman kuliner condong catur depok sleman Yogyakarta.